Pendapat saya tentang fenomena tuntutan orang tua tentang anak harus menguasai Calistung di PAUD.

 Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh ,, hallo teman-teman... kembali lagi membuat blog ke sembilan... kali ini saya akan membahas tentang fenomena tuntunan orangtua tentang anak harus menguasai Calistung di PAUD...

Pendapat saya,

Ya , pembelajaran baca tulis hitung (calistung) pada anak usia dini (4-6 tahun) tidak harus diberikan karena mengingat bahwa mengharuskan anak TK bisa membaca dan menulis, berarti memaksakan anak untuk memiliki kemampuan yang seharusnya baru diajarkan di SD. Hal ini membuat aktivitas bermain anak yang seyogyanya dominan untuk usia mereka, menjadi berkurang atau bahkan terabaikan, sehingga dikhawatirkan akan menghambat perkembangan potensi-potensi kemampuan anak secara optimal kelak dikemudian hari. Kemudian pandangan orangtua yang rasional, menganggap bahwa output anak yang bersekolah pada jenjang tanan kanak-kanak harus diajarkan dengan kemampuan membaca, menulis dan berhitung sehingga anak memiliki kesiapan baik dalam bentuk fisik dan psikologis untuk melanjutkan pada pendidikan lanjut. Hal ini perlu adanya komunikasi dengan orangtua dengan tujuan untuk memberikan pemahaman terkait pembelajaran yang seharusnya dilakukan di PAUD, sehingga tidak adanya tuntutan orangtua atau perbedaan pandangan terkait pembelajaran di PAUD. Meskipun perlu adanya pembelajaran calistung tentunya dengan cara yang tepat dan sesuai dengan tahapan perkembangan anak. 

Beberapa penjelasan diatas menunjukkan bahwa pembelajaran yang paling efektif pada pendidikan taman kanak-kanak adalah pembelajaran yang mengutamakan bermain sambil belajar. Bermain merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi perkembangan anak usia dini dalam mengembangkan perkembangan anak baik itu kognitif,fisik,motorik,sosial,bahasa, dan emosional secara optimal. Namun disidi lain tuntutan orangtua para anak untuk belajar calistung lebih diutamakan yang kemudian menuntut sekolah untuk mengajarkan calistung dan pada akhirnya orangtua menganggap anak yang bisa calistung adalah anak pintar. 

Hal tersebut menuntut anak untuk sudah mampu membaca, menulis dan berhitung tanpa memperhatikan aspek kebutuhan perkembangan anak yang tidak hanya perkembangan kognitif saja, namun perkembangan sosial-emosional, bahasa , moral - agama, fisik-motorik, dan seni juga perlu mendapatkan perhatian untuk distimulus uang ada pada anak usia dini. Masih berkembangnya asumsi orangtua yang berpendapat bahwa anak yang cerdas yakni anak yang sudah mampu calistung sejak dini.

Sudah cukup, saya sampaikan membahas ini

Sekoan dan terimakasih 

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perkenalkan Diri

PERSIAPANKU INGIN MENJADI PENDIDIK PAUD

Masa Paud saya dulu