Anak Mengalami keterlambatan dalam berbahasa
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Perkenalkan nama saya Maulida Nurlaila, Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Angkatan 2022.
Saya akan membuat tugas blog tentang Anak mengalami keterlambatan dalam berbahasa.
Tahapan pada anak biasanya dimulai sejak dari usia 6-9 bulan. Diusia ini, anak akan mulai bisa mengulang suku kata yang sama, seperti "ma-ma-ma-ma" atau "pa-pa-pa-pa".
Tahapan berbicara anak merupakan salah satu proses yang perlu diperhatikan Orangtua. Sebagai informasi untuk ayah bunda dan sobat paud, setiap anak memiliki kemajuan perkembangan yang berbeda termasuk dalam hal bicara dan tak sedikit anak yang mengalami keterlambatan berbicara atau yang biasa disebut dengan speech delay.
Speech delay merupakan salah satu gangguan komunikasi yang wajar terjadi pada anak di masa pertumbuhannya. Namun jika hal ini dibiarkan, speech delay dapat menjadi gangguan serius yang berpengaruh pada kecerdasan dan juga perilaku anak di masa depan.
Untuk mengidentifikasi apakah buah hati kita mengalami gangguan keterlambatan berbicara,peran orang tua bawah ini :
Sering mengajak anak berbicara Meski buah hati kita belum mampu merespon dengan kata-katanya, namun ayah dan bunda dapat terus mengajak anak untuk berbincang dan bercerita. Salah satunya orang tua dapat menceritakan apa yang telah dialami sehari-hari atupun membacakan cerita dari buku-buku yang ada.
Beri respons menyenangkan saat mengajak anak berbicara Saat anak memulai sebuah kata-kata apapun, kita dapat memberikan ia respon yang antusias. Namun, ketika ada kata-kata anak yang kurang tepat dalam pengejaan atau pengucapannya, orang tua tidak perlu langsung mengkoreksi kata-kata tersebut. Biarkan buah hati kita mengucapkan kata apapun, dan kita dapat memberikan respon yang menyenangkan agar memotivasi anak semangat berbicara.
Dalam menangani anak yang mengalami keterlambatan dalam berbahasa guru harus memiliki metode atau cara yang dapat membawa peningkatan anak dalam berbahasa. Bimbingan dari guru lebih utama, lebih baik lagi kalau anak tersebut diberikan bimbingan khusus, anak akan dapat mengalami perubahan bila guru menstimulasi dengan optimal, karena dirumah anak kurang mendapatkan stimulasi, maka pihak sekolah perlu mendapatkan perhatian khusus pendampingan dari guru. Anak diberlakukan sebagaimana anak pada umumnya/biasa, hanya saja stimulasi yang diberikan agar lebih memotovasi anak dalam peningkatan berbahasa. Strategi guru dalam menangani ananda kia : Membiasakan anak untuk lebih banyak berbicara dari pada menggunakan bahasa tubuh (gestur) dan gerakan tangan, Memberikan kebebasan pada anak untuk memberi respon berdasarkan pengalaman dia sendiri dan menggunakan bahasa dia sendiri Mendorong anak untuk berbicara, anak lain baik sendiri maupun dalam kelompok sebagaimana dengan guru, sehingga lawan bicara anak mayoritas adalah teman sebayanya dari pada guru. Menyediakan kesempatan bagi anak untuk menyatakan sesuatu baik secara formal maupun informal. Permainan atau situasi dimana anak secara alamiah menggunakan fiturfitur bahasa, Memastikan kosa kata baru yang dipelajari tidak terlalu banyak sehingga mudah diucapkan oleh anak, Lebih melatih anak untuk berbicara dengan banyak menggunaka kosa kata terdapat huruf “L” seperti “lampu” Membiasakan penggunaan bahasa yang benar dalam kehidupan sehari-hari baik di dalam maupun di luar sekolah.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Komentar
Posting Komentar